Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, menyinggung perihal cap politik identitas yang kerap disematkan kepada bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Label tersebut telah disematkan kepada Anies sejak mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengikuti Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam.
Padahal, menurutnya pihak yang menuduh Anies lah yang melakukan politik identitas sementara Anies sendiri tidak melakukannya.
“Sejak pilgub DKI 2017 sampai saat ini, kalian berikan cap politik identitas kpd pak @aniesbaswedan pdhl faktanya beliau tdk pernah melakukan hal tsb, sementara kalianlah yg melakukan politik identitas,” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Rabu (7/6/2023).
Baca Juga:Pria Viral Berkostum ala BDSM di Coban Glotak Diburu Polisi
Said Didu kemudian menduga cap politik identitas itu memang dilakukan untuk memojokkan kelompok mayoritas. “Sepertinya hal tsb dilakukan adalah utk memojokkan klpk mayoritas,” ujarnya.
Nama Anies Baswedan kerap menjadi perbincangan usai dideklarasikan sebagai calon presiden oleh tiga partai politik yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).